ANALISIS KOMPARATIF TINGKAT KEKERASAN DAN KOMPOSISI KARBON EGREK ANTARA PRODUK LOKAL DAN IMPOR

Mirantie Dwiharsanti, ST., MT.

Sari

Pemanenan kelapa sawit di Indonesia masih dilakukan dengan alat sederhana salah satunya adalah egrek. Egrek sudah diproduksi di Indonesia diantaranya di Sumatera, Kalimantan, dan Jawa, namun ada juga produk egrek yang import dari Cina dan Malaysia yang membanjiri produk egrek di Indonesia. Kebanyakan pengusaha perkebunan sawit lebih memilih egrek import dibandingkan egrek lokal sehingga dapat menurunkan produksi egrek lokal Indonesia. Berdasarkan kondisi tersebut perlu dilakukan penelitian mengenai  kualitas egrek impor dan egrek lokal dengan rumusan masalah apakah terdapat perbedaan kualitas egrek impor dengan egrek lokal. Analisis komparatif dilakukan untuk data tingkat kekerasan dan komposisi karbon pada egrek produk impor dan lokal. Metode yang digunakan adalah uji t 2 sample dengan software Minitab 14. Berdasarkan analisis komparatif, egrek produk impor dan egrek produk lokal memiliki tingkat kekerasan yang berbeda dimana rata-rata tingkat kekerasan egrek produk impor sebesar 49,4 HRc dan rata-rata tingkat kekerasan egrek produk lokal sebesar 34,08 HRc. Sedangkan komposisi karbon egrek produk impor dan egrek produk lokal memiliki komposisi karbon yang sama dimana rata-rata komposisi karbon egrek produk impor sebesar 51,22% dan komposisi karbon egrek produk lokal sebesar 48,61%.

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.