PENGARUH TEMPERATUR DAN WAKTU TAHAN PROSES PERLAKUAN PANAS TEMPER TERHADAP STURKTUR MIKRO DAN KEKERASAN PERMUKAAN RIM RODA KERETA API PROTOTIPE HASIL PENGERASAN INDUKSI

Martin Doloksaribu, Muhamad Yusup Malik Arifin, Sri Bimo Pratomo, Rizal Hanifi

Sari

Prototipe roda kereta api hasil induction hardening diberikan perlakuan panas temper untuk meningkatkan keuletan dan ketangguhan dengan menurunkan kekerasan. Perlakuan panas temper dilakukan pada termperatur 500oC, 600oC dan 700oC dengan waktu tahan selama 1 dan 3 jam. Uji komposisi kimia, uji keras dan pengamatan struktur mikro dilakukan terhadap spesimen prototipe roda kereta api dan roda kereta api impor sebagai pembanding. Kekerasan hasil induction hardening pada 900oC adalah 381 HB (41 HRC) dan menjadi 311, 258 dan 243 HB untuk temperatur temper 500oC, 600oC dan 700oC dengan waktu tahan selama 1 jam. Dan menjadi 271, 253 dan 237 HB untuk temperatur temper 500oC, 600oC dan 700oC dengan waktu tahan selama 3 jam. Kekerasan roda kereta api impor adalah 237 HB (21 HRC). Struktur mikro menunjukkan peningkatan fasa ferit dengan meningkatkanya temperatur temper dan waktu tahan. Kekerasan paling besar adalah 311 HB (33 HRC) pada temperatur temper 500oC dan waktu tahan selama 1 jam.

Teks Lengkap:

XML

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.